GORAJUARA - Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan hingga 132 korban jiwa masih diseldiki banyak pihak.
Banyak pihak yang mempertanyakan mengenai jam pertandingan yang terlalu malam.
Hal tersebut disinyalir menjadi salah satu masalah yang mengakibatkan berjatuhannya banyak korban di Stadion Kanjuruhan Malang.
Baca Juga: Film Kalian Pantas Mati Mulai Tayang Malam Jumat 13 Oktober 2022. Berani? Saksikan Segera!
Oleh karena itu baik PT. LIB dan pihak Indosiar selaku broadcaster Liga Indonesia saling memberi tanggapan mengenai jadwal pertandingan yang terlalu malam.
Namun sayang, baik dari pihak PT. LIB maupun Indosiar saling bertolak belakang dan terkesan saling menyalahkan atas jadwal pertandingan yang terlalu malam.
Mengenenai hal tersebut, ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Mahfud MD melayangkan komentar pedas.
Baca Juga: 5 Hal Ini Pernah Dilakukan Rizky Billar Kepada Lesti Kejora, Selain Lempar Bola Billiard
Dilansir dari instagram pribadi Mahfud MD, dirinya menyayangkan pihak-pihak penyelenggara yang saling lempar tanggung jawab mengenai tragedi Kanjuruhan.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa persepakbolaan di Indonesia sangat kacau.
"Tapi bahwa terjadi menghindari dari tanggungjawab operasional lapangan antara pihak federasi, pengelola liga, panitia pelaksana, pihak keamanan, hingga penyelenggara siaran, menjadi bumti bahwa penyelenggara liga sepakbola nasional agak kacau," tulisnya di akun Instagram pribadinya @mohmahfudmd.
Seperti diketahui anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Rhenald Kasali mengatakan PT LIB mengaku diharuskan mengikuti permintaan Indosiar.