news

Bak Karma, Tentara Israel Katanya Keracunan Makanan saat Gempur Gaza Palestina, Kini Dikabarkan Alami Hal Ini

Kamis, 7 Desember 2023 | 21:33 WIB
Para tentara Israel di Gaza dilaporkan alami masalah kesehatan (Foto: Gorajuara/ Instagram/ @idf)

GORAJUARA - Sejak berakhirnya gencatan senjata pada 1 Desember 2023, tentara Israel kembali membombardir wilayah Gaza Palestina. 

Dalam hal ini, para tentara Israel dilaporkan telah memperluas area serangan hingga ke wilayah Gaza Selatan. 

Saat serangan terus dilancarkan secara masif, para tentara Israel dilaporkan justru harus menemui masalah kesehatan. 

Baca Juga: PARAH! Israel Akan Banjiri Terowongan Hamas dengan Air Laut, Berikut Penjelasannya

Dalam hal ini, para tentara Israel di wilayah Gaza dikabarkan menderita wabah penyakit pencernaan dan keracunan makanan. 

Menurut media Israel Yedioth Ahronoth pada Senin (4 Desember 2023), ada peningkatan abnormal terkait penyakit usus di kalangan tentara tersebut. 

Tak hanya diserang penyakit pencernaan, kini beredar kabar soal masalah baru di kalangan tentara Zionis. 

Adapun kabar tersebut disampaikan oleh akun Instagram Nusantara Palestina Center (@npc.or.id). 

Baca Juga: Warga Sipil Palestina Tidak Bersenjata Ditembak Tentara Israel, Warganet: Pengecut

Pada hari Kamis, 7 Desember 2023, akun Instagram @npc.or.id menyebut bahwa ada ratusan tentara Israel mengalami masalah kebutaan. 

"Pusat Media Israel: Setelah ribuan militer terserang wabah diare dan masalah psikologis, kini lebih dari seratus militer alami kebutaan total dan sebagian imbas serangan balasan dari Palestina," bunyi unggahan Instagram @npc.or.id.

Hingga pukul 21.30 WIB pada 7 Desember 2023, unggahan terkait kabar masalah kebutaan tentara Zionis sudah mendapat 160.298 suka dan 20.934 komentar. 

Baca Juga: PBB Sebut Pemboman Israel di Gaza akan Mengakibatkan Kerusakan Terhadap Lingkungan dan Iklim

"Dan itu baru sebagian azab yang Allah berikan pada kalian, tunggu aja azab yang lebih pedih," tulis akun Instagram @_vie*******.

Halaman:

Tags

Terkini