GORAJUARA - Peperangan yang terjadi antara Israel dan Hamas selama 60 hari telah menewaskan sekitar 16.000 orang dan bangunan warga hancur di Gaza.
Badan Kemanusiaan PBB OCHA melaporkan Israel telah menjatuhkan 42 bom setiap jam di Gaza pada minggu pertama perang.
Hal tersebut membuat khawatir para ahli terhadap dampak lingkungan akibat peperangan antara Israel dan Hamas.
Dari pasokan air yang tercemar hingga udara dipenuhi asap akibat pemboman pasukan Israel dan banyaknya mayat terbakar di Gaza.
Disebut telah menghancurkan setiap aspek kehidupan yang kini dipenuhi dengan berbagai bentuk polusi di wilayah tersebut.
Direktur EcoPeace Middle East yang berbasis di Ramallah, Majdalani mengatakan, mayat yang membusuk dan persediaan air yang terkontaminasi sudah jelas menjadi permasalahan utama, yang dapat menyebabkan penyebaran penyakit seperti kolera.
Tim Majdalani juga memperkirakan 44% fasilitas gas, air dan sanitasi telah rusak sejak perang dimulai.
Termasuk sumur air dan pengolahan air limbah yang telah membanjiri jalan-jalan di Gaza.
Jika hujan bercampur dengan kotoran, risiko penyebaran kolera semakin meningkat di wilayah tersebut.
Baca Juga: Jumlah Korban Terbaru Akibat Erupsi Gunung Marapi: Korban Meninggal Dunia Bertambah Jadi 22 Jiwa
Menurut Dewan Pengungsi Norwegia, penutupan total instalasi pengolahan air limbah oleh Israel pada bulan Oktober, akan menyebabkan pelepasan lebih dari 130.000 meter kubik limbah yang berdampak bahaya terhadap lingkungan.
Selain itu penggunaan bahan bakar fosil yang berlebih akan membawa pengaruh buruk terhadap lingkungan.