Ponpes Al Zaytun dibangun di bawah Yayasan Pesantren Indonesia (YPI).
Al Zaytun mengklaim diri sebagai lembaga pendidikan yang timbul dari umat, oleh umat, dan diperuntukkan bagi umat, dengan motto "Mendidik dan membangun semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah".
Ponpes Al Zaytun pernah dinobatkan menjadi ponpes terbesar di Asia Tenggara oleh Washington Times pada tahun 2005.
Dengan jumlah santri menjadi 10 ribu orang dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Dengan jumlah santri yang sangat banyak dan juga berasal dari berbagai negara, ponpes Al Zaytun yang berdiri di lahan super luas 1.200 hektar ini pastinya menyediakan fasilitas pembelajaran yang sangat mumpuni.
Mulai dari enam gedung pembelajaran yang masing-masingnya diberi nama Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khattab, Utsman Ibnu Affan, Ali bin Abi Thalib, Ir Soekarno, dan HM Soeharto.
Lalu juga terdapat masjid monumental yang bernama Masjid Rahmatan lil’Alamin.
Masjid ini berlantai enam dengan luas 6,5 hektar dan mampu menampung jamaah hingga 100 ribu orang. Tak ada warga Indramayu yang tak tahu ponpes ini.
Tersedia pula lima gedung asrama yang masing-masing diberi nama Asrama Al Musthofa, Asrama Al Fajr, Asrama Al Nur, Asrama Al Madani, dan Asrama Persahabatan.
Serta fasilitas pendidikan lain, seperti laboratorium, perpustakaan, ruang kesenian, gedung pertunjukan seni, wisma tamu, gedung serbaguna, hingga pelayanan kesehatan.
Baca Juga: Memberantas Korupsi Bukan Hanya Menangkap Para Koruptornya Saja
Itulah informasi seputar Ponpes Al Zaytun, pondok pesantren yang jadi viral karena diduga jadi Kerajaan Panji Gumilang. ***