GORAJUARA – Museum Lubang Buaya menjadi bukti pembantaian yang dilakukan anggota PKI terhadap 7 jenderal pada peristiwa G30S PKI.
Museum Lubang Buaya dibangun untuk mengenang sejarah kelam peristiwa G30S PKI yang menggugurkan ketujuh Jenderal yang dijuluki 7 Pahlawan Revolusi.
Peristiwa G30S PKI terjadi pada 30 September 1965. Pada malam itu, anggota PKI menculik para jenderal yang dianggap akan mengancam keberadaan PKI di Indonesia.
Para jenderal dibawa paksa anggota PKI ke suatu daerah di Jakarta bernama Lubang Buaya untuk disiksa dan dieksekusi.
Kemudian, ketujuh jenazahnya dimasukkan ke dalam sebuah sumur berdiameter 75 cm dengan kedalaman sekitar 12 meter yang sekarang dikenal dengan sumur maut.
Baca Juga: Waspada! Ini 5 Alasan PKI Menjadi Partai Terlarang di Indonesia
Ketujuh jenderal tersebut adalah Jenderal Ahmad Yani, Letjen Suprapto, Letjen S. Parman, Letjen MT Haryono, Mayjen DI Panjaitan, Mayjen Sutoyo Siswomiharjo dan Kapten Pierre Tendean.
Museum tersebut berada di Jl. Raya Pd. Gede, Lubang Buaya, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Baca Juga: Mengenang Ade Irma Suryani Nasution Korban Termuda atas Peristiwa G30S PKI
Di balik tempat bersejarah yang sakral ini, para pengunjung kerap kali mendengar atau menyaksikan hal-hal yang tidak lazim.
Dilansir dari youtube Jurnalisa, Teh Risa dan Tim melakukan penelusuran ke Museum Lubang Buaya pada 23 Agustus 2018.
Saat memasuki museum, Tim Jurnalrisa merasakan kesedihan yang mendalam dan Indy (tim jurnalrisa) merasakan ingin menangis.
Konon katanya, di museum ini sering terjadi hal-hal mistis seperti mendengar pasukan jalan, tercium bau anyir darah, ada juga yang melihat seseorang merangkak keluar dari sumur maut dan banyak jeritan-jeritan minta tolong.
Sebelum memasuki kawasan bersejarah ini ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi pengunjung seperti tidak boleh bercanda berlebihan, tidak boleh merokok dan harus bersikap sopan untuk menghormati tempat yang sakral.