Empati Muncul dari Pengalaman Pahit, Seperti Dicontohkan Rasulullah SAW

photo author
Arya Noor Amarsyah, Gora Juara
- Rabu, 28 Desember 2022 | 20:21 WIB
Ilustrasi anak-anak yatim (Gorajuara.com/pixabay.com/images/id-1853267)
Ilustrasi anak-anak yatim (Gorajuara.com/pixabay.com/images/id-1853267)

Karena beliau  tahu bagaimana rasanya jadi anak yatim. Sebagaimana diketahui, Rasulullah SAW sudah menjadi yatim sejak beliau masih dalam kandungan. Dalam usia yang masih relatif muda, dia sudah menjadi anak yatim piatu.

Pengalaman yang menyedihkan ini, akhirnya di saat Rasulullah SAW beranjak dewasa menjadi empati, kepedulian beliau yang tinggi terhadap anak yatim.

Berbahagialah mereka yang memiliki pengalaman pahit, menyedihkan. Bersuka citalah yang kini sedang dirundung masalah yang seolah tak pernah berujung. Karena nanti, Insya Allah kelak akan menjadi sosok yang memiliki empati pada masalah orang lain, karena kita pernah mengalaminya.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Buddy Wirawan

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kapan Nisfu Syaban 2025? Cek Tanggal di Sini!

Rabu, 12 Februari 2025 | 14:00 WIB