اَلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلٰٓى اَفۡوَاهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَاۤ اَيۡدِيۡهِمۡ وَتَشۡهَدُ اَرۡجُلُهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yasin: 65).
“Ketika di hadapan pengadilan, ada yang tak pandai bersilat, tapi pandai bersilat lidah.
Baca Juga: Sayyidul Istighfar, Pengakuan Nikmat dan Dosa Seorang Hamba
Ada yang tak panda bicara, dia bisa bayar pengacara dengan uangnya yang banyak.
Tapi Yasin mengingatkan kita, saat itu mulut terkunci, tangan yang dulu bertanda tangan dan berbuat akan bersaksi, kaki akan memberikan persaksian semua perbuatan yang pernah kita lakukan,” kata Ustadz Abdul Somad.
Yasin juga mengingatkan kekuasaan Allah yang cukup dengan “kun” maka jadilah apa yang Dia kehendaki. “Surat Yasin amat baik dibaca,” simpulnya.***