GORAJUARA - Praktek kerja lapangan (PKL), merupakan salah satu kegiatan yang diupayakan bidang Hubungan Industri dan Masyarakat yang melibatkan siswa-siswi SMK di dunia industri dalam tujuan pendidikan sesuai dengan kompetensi keahliannya masing-masing.
Lalu bagaimana PKL ini bisa berjalan, sementara situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang tidak memungkin siswa-siswi SKM melaksanakan PKL di dunia industri?
Menurut Wakil Kepala SMK Negeri 1 Sumedang Bidang Hubungan Industri dan Masyarakat, Oo Suherman, S.Pd.,M.M.Pd., PKL bagi siswa SMK itu merupakan keharusan, karena akan memberikan pengalaman kepada siswa sebelum terjun ke dunia industri atau lapangan pekerjaan yang sesungguhnya.
Baca Juga: Do'a Saat Dirundung Duka
Untuk menyikapi PKL di masa pandemic Covid-19, kata Oo, program Hubungan Industri dan Masyarakat SMK Negeri 1 Sumedang, antara lain kegiatan PKL dilaksanakan dalam 2 lokasi, yakni bisa dilaksanakan di perusahaan (industri), dan sekolah.
Bagi industri yang sanggup memenuhi protokol kesehatan, jelas Oo, maka kami memberangkatkan peserta didik untuk melaksanakan PKL di industri.
“Namun, bagi industri yang keberatan untuk memenuhi protokol kesehatan, maka kami mengundang pihak industri untuk melaksanakan proses pembelajaran di sekolah,” katanya belum lama ini.
Baca Juga: Berlipat Kebaikan Saat Bersholawat Kepada Rasulullah Saw
Artinya, tandas Oo, semua materi pembelajaran itu dari industri, sedangkan sebagai quality control adalah guru-guru, itu untuk kegiatan PKL.
“Alhamdulillah pada saat pandemi covid-19, baik yang PKL langsung di industri mapun di sekolah bisa berjalan dengan baik,” ujar Oo.
Begitu juga dengan program magang, menurut Oo, bisa terlaksana, meski hasilnya tidak seoptimal seperti biasanya.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad: Memabukan, Selain Ganja, Sabu-sabu, Putaw, Bahkan Kecubung pun Diharamkan Walau Sedikit
“Seperti kita memberangkatkan magang peserta didik ke PT Panasonic sebanyak 20 siswa. Pihak Panasonic sangat membantu sekali, karena memfasilitasi kegiatan magang,” kata Oo.
“Semua kebutuhan yang berkaitan dengan proses magang diakomodir oleh PT Panasonic, mulai dari penginapan sampai kepada jemputan. Anak-anak juga mengikuti magang sesuai dengan aturan yang diterapkan PT Panasonic,” lanjut Oo.
Untuk jurusan Teknik Mesin, ungkap Oo, magang dilaksanakan di PT Animato secara bergiliran mulai dari kelas X dan kelas XI.
Baca Juga: Do'a Agar Diberikan Rezeki yang Berkah Sepanjang Hari
“Jika program magang ini dirasa kurang optimal, itu sangatlah wajar dengan kondisi darurat Covid-19,” katanya.
Menyinggung tentang keterserapan lulusan di dunia industri, tambah Oo, ada penurunan, karena banyak industri yang menutup operasionalnya akibat pandemi Covid-19. Sedangkan siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi mengalami peningkatan.
“Pada tahu 2019 yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri dan swasta mencapai angka 7,3 persen, dan pada tahun 2020 itu meningkat menjadi sebanyak 8 persen. Tahun 2019 yang bekerja ke industri sebanyak 76,3 persen maka tahun 2020 turun menjadi 40,5 persen,” ucapnya.
Baca Juga: Do'a Menghindari Sifat Malas dan Memohon Perlindungan
Menyinggung masalah kerjasama dengan Jepang, ungkap Oo, selama kondisi pandemi Covid-19 untuk sementara dihentikan dahulu, karena Jepang belum bisa menerima kunjungan warga negara asing (WNA).
“Namun komunikasi tetap berjalan sampai sekarang ini, bahkan dari pihak Jepang menyarankan untuk melakukan pendataan terlebih dahulu. Ketika Jepang sudah memberikan izin bagi WNA bisa berkunjung akan segera diinformasikan,” jelas Oo.
Oo berharap, pandemic Covid-19 ini cepat berakhir, dan industri bisa kembali bangkit dan ekonomi bisa pulih. Sehingga proses rekrutmen calon tenaga kerja, khususnya dari SMK Negeri 1 ke industri bisa normal seperti dulu.***