GORAJUARA - Kementerian Agama membuka pendaftaran dengan kuota sebesar 1000 beasiswa Non-Gelar untuk guru agama dan pengawas pendidikan agama.
Kesempatan tersebut juga terbuka untuk pengembang teknologi pembelajaran dan pegawai Kementerian Agama.
Dilansir Gorajuara dari laman Kemenag.go.id melalui
Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie menjelaskan.
Baca Juga: Amanda Manopo Bicara Tentang Ikatan Cinta dan Hutang yang Menumpuk, Berikut ini Kesaksianya
"Program non gelar ini bertujuan untuk meningkatkan kemahiran dalam menguasai teknologi bagi penerima beasiswa guna mengembangkan pembelajaran modern dengan tema Peningkatan Kompetensi Digital bagi Guru dan Tenaga Kependidikan," jelasnya.
"Ada dua syarat dalam pencapaian pembelajaran program ini. Pertama peserta memiliki pengetahuan, pemahaman dan keterampilan mengaplikasikan cara kerja TPACK (Technology, Pedagogy, and Content Knowledge) upaya mendesain dan mengembangkan metode pembelajaran modern abad 21," ucapnya.
"Kedua peserta program mempunyai kompetensi keterampilan literasi teknologi dan penguasaan pendidikan teknologi untuk menerapkan serta merancang pendidikan abad 21" terang Anna.
Baca Juga: Warga DKI Jakarta Diminta Waspada Cuaca Ekstrem Seminggu ke Depan
Baca Juga: Wajib Tau, 3 Ciri Krim Wajah Racikan yang Aman Digunakan, Jangan Sembarangan Beli Ya Ladies
Telah tersedia kuota sebesar 1000 beasiswa non-gelar pada tahun 2022 untuk angkatan pertama. Program ini menjadi bagian dari program Beasiswa Indonesia Bangkit.
Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Amrullah mengatakan.
"Program perkuliahan ini akan berlangsung selama 12 minggu atau 3 bulan biaya SPP ditanggung oleh Program Beasiswa Indonesia Bangkit Bangkit Kementerian Agama," ujarnya.
Program Beasiswa Non-Gelar ini bekerja sama dengan dengan Universitas Pradita.