GORAJUARA - Puasa harus jadi objek penelitian telah dijelaskan oleh Allah dalam Al Quran. "Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (Al Baqarah, 2:184).
Objek kajian puasa telah mengantarkan seorang ilmuwan mendapatkan nobel. Yoshunori Ohsumi ilmuwan dari Jepang mendapat penghargaan tentang Autophagy atau daur ulang sel rusak.
Kegiatan daur ulang sel dilakukan oleh sel kita terus menerus. Regenerasi sel lebih efektif bisa diaktifkan dengan berpuasa. Penemuan ini mengantarkan Yoshunori Ohsumi meraih nobel.
Baca Juga: Pantang Mengeluh...Salah Satu Janji Siswa Berkarakter Unggul...
Terkait puasa, dr. Agus Rahmadi menjelaskan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Banyak penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti tentang manfaat puasa.
Resume hasil penelitian dijelaskan dr. Agus Rahmadi diantaranya puasa bisa meningkatkan kesuburan bagi kamu wanita. Kita ketahui, Allah halalkan berhubungan di bulan Ramadan.
Berdasarkan riset pada hewan yang diberi tindakan puasa senin-kamis, dan puasa daud hewan tersebut usianya lebih panjang. Disimpulkan puasa bisa memperpanjang umur.
Baca Juga: Kecerdasan Mengambil Keputusan... Latih Koherensi Jantung dengan Otak
Puasa, jika dilakukan dengan benar bisa meningkatkan kinerja tubuh. Rasa lapar saat puasa bisa menimbulkan energi berlipat ganda. Puasa seharusnya bisa meningkatkan kinerja.
Puasa dapat menurunkan risiko penyakit darah tinggi dan gula. Jika puasa dilakukan dengan benar puasa dapat menurunkan kadar gula darah dan melancarkan peredaran darah.
Selanjutnya, dr. Agus Rahmadi mengatakan terjadi anomali, saat puasa banyak yang sakit. Hal ini terjadi karena pola makan saat puasa kurang tepat.
Di saat buka, seharusnya cukup makan kurma dan minum air putih. Setelah itu shalat magrib dulu agar tubuh tidak terlalu kaget.
Disarankan pula, makan besar dilakukan setelah shalat isya. Makan besar yang dilakukan saat magrib menimbulkan rasa kenyang dan menimbulkan kantuk.***