Kebijakan pertama Joan Laporta adalah berani memotong para pemain Barcelona FC, seperti Pique, Bosquet dan De Jong.
Joan Laporta bahkan berani melepas ikon klub Barcelona FC, Lionel Messi ke PSG.
Messi merupakan pemain dengan gaji fantastis di Barcelona, melepas pemain Argentina itu, mampu mengurangi 20% beban gaji pemain Barcelona FC.
Joan Laporta juga menjual hak siar Barcelona FC dengan durasi waktu yang panjang.
10% Hak siar Barcelona FC, dimiliki oleh perusahaan investasi global, Sixth Street.
Perusahaan yang berpusat di San Fransisco ini, telah menggelontorkan dana sekitar 207,5 Juta Euro kepada Barcelona untuk memegang hak siar Barcelona FC dengan jangka waktu 25 tahun.
Hal ini membuat Barcelona mendapatkan keuntungan 267 Juta Euro musim ini atau Rp 4 Triliun.
Joan Laporta juga berhasil menggandeng Spotify sebagai sponsor utama Barcelona FC.
Baca Juga: Kecamatan Rancasari Dukung UMKM Miliki NIB dan PIRT
Spotify akan menyuntikkan dana sebesar Rp 4,6 Triliun. Barcelona FC bahkan merubah nama Stadionnya menjadi Spotify Stadium.
Joan Laporta juga bahkan mencari pendapatan "receh" dengan membuka peluang fans untuk bisa menyewa Camp Nou dengan harga 300 euro atau Rp 4,6 Juta perorang.
Hal ini lah alasan kenapa Barcelona FC masih bisa merekrut pemain ditengah krisis keuangan Barcelona FC.***