GORAJUARA – Manchester United dikalahkan Galatasaray 2-3 hasil yang mengejutkan di Liga Champions untuk tim Erik ten Hag ditambah Casemiro yang dikeluarkan dari lapangan.
Disamping itu hasil ini membawa MU pertama kalinya dalam sejarah klubnya melakukan kampanye pembuka ajang Liga Champions dengan kekalahan beruntun.
Pertandingan berjalan dengan setan merah diunggulkan ditandai dengan Rasmus Hojlund mencetak dua gol untuk Manchester United tetapi Galatasaray membalikkan keadaan berkat kartu merah Casemiro dan gol penentu kemenangan Mauro Icardi, tim Erik ten Hag Kembali tanpa poin setelah dua pertandingan.
Rasmus Hojlund dua kali memberi United keunggulan tetapi tim Turki selalu menyamakan kedudukan sebelum kesalahan Andre Onana menyebabkan Casemiro mendapat kartu merah dalam upayanya menyelamatkan situasi. Mauro Icardi gagal mengeksekusi penalti tetapi menebus kesalahannya dengan gol penentu kemenangan.
Kekhawatiran Ten Hag lebih mendesak mengingat United kini telah kalah 6 kali dari 10 pertandingan mereka musim ini.
Kemenangan pertama Galatasaray di tanah Inggris dengan 11 upayanya tampak tidak mungkin terjadi sejak awal dengan Hojlund yang bermain sangat baik pada pertandingan ini.
Kerja kerasnya membuat Bruno Fernandes mendapat peluang dalam waktu dua menit dan pemain Denmark itu mendapat ganjaran positifnya dengan gol pembuka pertandingan segera setelahnya.
Marcus Rashford menemukan ruang melebar dan umpan silangnya disambut oleh sundulan Hojlund dari jarak dekat. Striker berusia 20 tahun ini belum pernah mencetak gol di Premier League, namun setelah mencetak dua gol di sini, ia mencetak tiga gol hanya dalam dua penampilan di Liga Champions.
Dengan permainan Holjund ada tanda harapan kemenangan bagi United. Namun mereka digagalkan oleh gol penyeimbang, sebuah gol yang sangat buruk karena kebobolan saat bertahan.
Sebuah bola panjang dibiarkan memantul dan Zaha gagal dihentikan Diogo Dalot sebelum melepaskan tembakannya melewati Onana di menit 23.
Baik bek maupun penjaga gawang mungkin merasa mereka seharusnya bisa berbuat lebih banyak untuk mencegahnya. Dampaknya, United kehilangan kelancaran dan momentum.
Masih ada peluang. Mason Mount melihat dua peluang dibelokkan melebar, salah satunya dari rekan setimnya Hannibal Mejbri.