GORAJUARA – Gempa berkekuatan magnitude 7.8 melanda wilayah Turki dan Suriah pada Senin, 6 Februari 2023.
Gempa yang terjadi di Turki tersebut telah menewaskan ribuan orang dan merobohkan bangunan di sekitarnya.
Gempa yang melanda Negara Turki itu sangat memprihatinkan karena menelan ribuan nyawa.
Kepala BMKG, Dr. Daryono menyebutkan terkait gempa yang terjadi di Turki, dapat menyebabkan peningkatan aktivitas.
Namun, hal ini tidak akan terjadi di tempat lain, kepala BMKG tersebut meluruskan isu-isu yang tidak benar yang beredar di masyarakat.
Daryono menjelaskan terkait gempa yang terjadi di Turki dengan gempa di Selatan Banten, berkekuatan M 5,2.
Gempa di Selatan Banten berada pada kedalaman 41 km yang baru-baru ini terjadi.
Gempa yang berkekuatan M 7.8 di Turki diketahui, menyebabkan seluruh segmen di zona Sesar Anatolia di Timur pecah.
Selain itu, gempa yang berkekuatan tinggi dapat merusak, bahkan mematikan jika terkena manusia atau bangunan.
Sebab itu, gempa tersebut sudah memakan banyak korban akibat reruntuhan bangunan.
Baca Juga: Rusia, Jepang dan Afghanistan Telah Kirim Bantuan ke Turki, Bagaimana dengan Indonesia?
Menurut analisis dari BMKG, bahwa saat ini data korban mencapai 8.000 orang.
Darmono selaku kepala BMKG telah mengukur, gempa yang terjadi pada Senin pagi 6 Februari 2023 dengan kekuatan magnitude.***