Sejarah Perkembangan, dari Jam Saku Hingga Jadi Jam Tangan Seperti Sekarang

photo author
Novianti Dewi, Gora Juara
- Selasa, 31 Januari 2023 | 22:31 WIB
Perkembangan jam tangan dari waktu ke waktu. (Gorajuara/ twitter_@famaldin)
Perkembangan jam tangan dari waktu ke waktu. (Gorajuara/ twitter_@famaldin)

GORAJUARA - Pria berkebangsaan Jerman bernama Peter Henlein, dianggap sebagai penemu jam tangan, dan menjadikan jam tangan pada masa itu, sebagai aksesoris mewah.

Jam tangan buatan Peter Henlein ini memiliki kepala mirip dengan jam tangan yang ada saat ini.

Hanya saja ukurannya yang sedikit besar dan tebal yang  dilengkapi rantai kalung.

Baca Juga: Pelajaran Sus Rini Terhadap Rayyanza, Buat Semua Heboh, Seandara Terpukau

Karena pada saat itu, semula fungsinya sebagai jam saku atau digantung dileher layaknya kalung.

Jam Tangan Diperkenalkan Pada Abad ke- 16

Jam tangan tertua di dunia, jam tangan milik Ratu Elizabeth 1 dari Inggris sebagai hadiah dari Robert Dudley, pada tahun 1571.

Jam tangan buatan Robert Dudley ini, merupakan model jam tangan terbaru pada masa itu, pemakaiannya diselipkan dilengan.

Dari abad ke- 16 sampai awal abad 20, jam tangan hanya digunakan wanita. Sedangkan pria lebih memilih menggunakan jam saku atau kalung, karena dianggap lebih gampang rusak.

Jam tangan memiliki sejarah yang panjang, mengenai siapa penemu jam tangan? Ternyata memiliki beberapa persi.

Seperti banyak yang meyakini Abraham Louis Breguet, sebagai pencipta jam tangan pertama.

Baca Juga: Sus Rini Bagikan Momen Rayyanza Bermain, Netizen Minta Tambah Durasi

Kala itu menciptakan jam tangan untuk Caroline Murat, saudari Napoleon dan Ratu dari kota Napoli.

Seiring waktu jam tangan mengalami perkembangan dari segi bentuk dan fungsinya. Apalagi semenjak perang dunia ke - 1.

Pemakaian jam tangan semakin populer dengan berbagai model dan segala kebutuhannya, seperti sebagai penentuan strategi perang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Herdiawan

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini