GORAJUARA - Peristiwa bom bunuh diri terjadi di Polsek Astana Anyar pada Rabu, 7 Desember 2022, pagi WIB.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, turut merespons peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar.
Melalui unggahan Instagram terverifikasinya (@ridwankamil), Ridwan Kamil menyebut bahwa dirinya mengunjungi Polsek Astana Anyar beberapa waktu setelah peristiwa bom bunuh diri terjadi.
Baca Juga: Terjadi Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Satu Anggota Polisi Tewas
Adapun tujuan kunjungan Ridwan Kamil ke Polsek Astana Anyar adalah untuk mendapatkan informasi terkait peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di wilayah pemerintahannya.
"Saya saat ini berada di lokasi untuk mendapatkan informasi langsung dan melakukan koordinasi," ujar Ridwan Kamil seperti dikutip Gorajuara dari unggahan Instagram @ridwankamil pada 7 Desember 2022.
Menurut keterangan dari Ridwan Kamil, ada 2 korban jiwa dalam peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar. Selain pelaku, satu korban jiwa dilaporkan berasal dari pihak kepolisian.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1069: Kizaru Berangkat ke Pulau Egghead, Siap Rematch dengan Luffy?
Terkait dengan peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk tidak melakukan hal ini.
Dalam keterangan (caption) unggahan @ridwankamil pada 7 Desember 2022, Ridwan Kamil meminta agar masyarakat tidak menyebarkan foto atau video mengenai kondisi korban dan pelaku.
Menurut Ridwan Kamil, hal itu perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya ketakutan dalam masyarakat pasca peristiwa bom bunuh diri.
"Karena kengerian visual itulah yang ingin disampaikan oleh teroris untuk menakuti dan meneror psikologis masyarakat," ujar Ridwan Kamil.
Baca Juga: Dianggap Jadi Sinematik Terbaik, Ternyata Ini 5 Faktor Penting dari One Piece Film: Red
Lebih lanjut, Ridwan Kamil meminta agar masyarakat tetap tenang dalam menanggapi peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar sembari menaruh kewaspadaan.