Bupati Bandung Edukasi Masyarakat Melalui Program Bandung Bedas

photo author
Sastra Firmansyah, Gora Juara
- Selasa, 15 Maret 2022 | 11:17 WIB
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna saat menghadiri  kegiatan PC Fatayat Nahdlatul Ulama (NU)  Kecamatan Rancaekek di Pondok  Pesantren Al Hikmah Desa Nanjung Mekar Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Ahad 13 Maret 2022. (gorajuara.com/Sastra)
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna saat menghadiri kegiatan PC Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Rancaekek di Pondok Pesantren Al Hikmah Desa Nanjung Mekar Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Ahad 13 Maret 2022. (gorajuara.com/Sastra)

 

GORAJUARA - Bupati Bandung HM Dadang Supriatna memberikan edukasi kepada masyarakat yang ditemuinya melalui program visi Kabupaten Bandung Bedas.

Edukasi yang disampaikan orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu saat bersilaturahmi dengan masyarakat pada kegiatan PC Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Rancaekek di Pondok Pesantren Al Hikmah Desa Nanjung Mekar Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Ahad 13 Maret 2022.

Cara Bupati Dadang Supriatna memberikan edukasi visi Bandung Bedas supaya bisa dipahami masyarakat, yaitu dengan cara bertanya kepada masyarakat apa yang sudah disampaikannya melalui sambutan atau penuturannya.

Baca Juga: Komisi A Dorong Regulasi Pemanfaatan JPO Sebagai Aset Daerah

Baca Juga: Sarung Majalayah Raih Penghargaan dari ORI

Fatayat NU pun dengan antusias menyambut setiap pertanyaan dari Bupati Bandung itu. Pada saat itu, sedang dilaksanakan Festival Seni Qosidah Tradisional se-Kecamatan Rancaekek.

Bupati Dadang Supriatna mengatakan kunjungannya ke Pondok Pesantren Al Hikmah adalah yang ketiga kalinya.

Ia menyampaikan visi Kabupaten Bandung Bedas (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera), dengan harapan program itu bisa dipahami langsung oleh masyarakat. Hal itu dalam upaya mewujudkan Bandung Bedas.

Baca Juga: Jadwal Liga Italia: AC Milan, Napoli dan Inter Bersiap Saling Sikut Lagi

Baca Juga: Tineu Anggraeni, Raih Beasiswa Kuliah Full di Korea

"Masyarakat Kabupaten Bandung harus bangkit (dari keterpurukan), dan edukatif. Edukatif (pendidikan) bagian dari muatan lokal, di antaranya pendidikan moral Pancasila yang harus dipahami oleh generasi penerus. Pendidikan atau edukasi, khususnya untuk anak-anak TK sampai SMA/SMK mengenali atau.mempelajari bahasa Sunda," tutur Dadang Supriatna.

Ia berharap urang Sunda jangan sampai melupakan bahasa Sunda. Kang DS, panggilan akrab Dadang Supriatna juga berharap, masyarakat Kabupaten Bandung harus bisa membaca dan memahami Al-Quran.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Buddy Wirawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini