GORAJUARA – Guna memulihkan perekonomian dan rangkaian Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-211, Pemerintah Kota Bandung menggelar "Bandung Seuhaahh, Parade Batagor, Seblak, dan Kuliner Kota Bandung" di Balai Kota Bandung, Minggu, 24 Oktober 2021.
Acara tersebut merupakan kegiatan promosi bagi pedagang kaki Lima (PKL) kuliner binaan Satgasus PKL Kota Bandung, yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung dalam bentuk pameran kuliner. Batagor dan seblak tersebut juga dibagikan untuk 5 panti asuhan melalui Gojek.
Pada kesempatan tersebut ada juga pemberian kompor kepada para PKL kuliner dan pemberian BPJS Ketenagakerjaan, yang digratiskan pada 3 bulan pertama sebagai asuransi jika terjadi kecelakaan terhadap PKL saat berjualan.
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial beserta Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Ketua TP PKK Kota Bandung Siti Muntamah beserta wakilnya Yunimar Mulyana, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bandung Cici Ema Sumarna dan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), turut hadir dan mencicipi kuliner pada kegiatan tersebut.
Baca Juga: Ridwan Kamil Sumringah, Indeks Kebebasan Pers di Jawa Barat Naik 27 Peringkat Dalam Survei IKP 2021
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan pemulihan ekonomi di Kota Bandung yang saat ini telah berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.
"Kita coba tingkatkan kuliner dan fesyennya dengan berbagai upaya. Contohnya untuk kuliner sudah dimulai dengan seperti ini. Kemarin juga fesyen (Pasar Kreatif dan Bandung Week Market di Bali) dari target omzet Rp 6 miliar di beberapa mal sudah tercapai. Termasuk yang di Bali 6 hari bisa dapatkan Rp 1,05 miliar," katanya.
"Ini dalam rangka mendongkrak dan memotivasi UMKM, sudah saatnya bergeliat kembali," imbuhnya.
Namun dengan relaksasi PPKM Level 2, wali kota tetap mengingatkan, dalam kegiatan ekonomi atau kegiatan lainnya, warga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.
"Kita harus sadar bahwa pandemi Covid-19 ini masih ada, walau pun di level 2. Seiring dengan relaksasi yang ada, tetap pengawasan ditingkatkan. Tapi yang terpenting harus jaga protkes," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas KUKM, Atet Dedi Handiman mengatakan, dengan "Bandung Seuhaahh" merupakan promosi bagi PKL khususnya batagor dan seblak.
Baca Juga: Jawa Barat Siap Raih Juara Umum di Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional ke-VIII di Belitung
Menurutnya, ada 20 pedagang yang terdiri dari 15 batagor dan 5 seblak, serta kuliner lain pada gelaran Bandung Seuhaahh. Pelaku usaha tersebut sebelumnya telah dikurasi, seperti batagor yang kemungkinan di atas 200 pedagang dipilih menjadi 15 pedagang.