BANDUNG, GORAJUARA – Jawa Barat merupakan provinsi tertinggi pengidap penyakit thalassemia.
Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI, dr. Cut Putri Arianie, Jawa Barat datanya menunjukkan provinsi tertinggi sekitar 40 persen kasus penyakit ini.
"Makanya di Jawa Barat dilakukan di 14 kabupaten/kota yang terpilih melakukan uji coba ini deteksi dini penyakit thalasemia," katanya seperti dkutip dari humasbandung.go.id, Rabu, 6 Oktober 2021.
Ia mengungkapkan, Uji Coba Deteksi Dini Thalasemia ini dilakukan Kemenkes dengan kerja sama pemerintah daerah, dan organisasi profesi, serta lembaga swadaya masyarakat.
Ia menambahkan, penyakit ini dari beberapa literatur dan referensi menyatakan saudara kandung penyandang thalasemia hampir 50 persen menjadi pembawa sifat.
Sehingga skrining diperlukan untuk para saudara kandung dari penyandang thalasemia tersebut.
"Pada hari ini yang akan diskrining adalah para saudara kandung dari para penyandang thalasemi yang pada usia produktif. Terutama yang memang belum menikah agar mereka tahu bagaimana mengambil langkah selanjutnya, untuk kelanjutan perkawainan atau merencanakan keturunan," ujarnya.
"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, akan menjadi replika yang baik untuk dilakukan secara nasional. Dan kolaborasi yang ada Jawa Barat, khususnya Kota Bandung akan menjadi satu pembelajaran baik bagi sistem kesehatan di Indonesia," harapnya.
Baca Juga: Ini Taman yang Diidam-idamkan Warga di Kawasan Bantaran Sungai Cipamokolan Kota Bandung
Seperti diketahui, dalam rangka mencegah kelahiran penderita thalasemia baru, UPT Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung menggelar Uji Coba Deteksi Dini Thalasemia, Selasa, 5 Oktober 2021.
Uji coba ini kolaborasi Kementrian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Bandung.
Thalasemia merupakan kelainan darah yang menbuat penderitanya mengalami keluhan cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak nafas. Kelainan ini diturunkan dari orang tua atau genetik.