Hacker ini kerap muncul dalam sebuah situs keamanan cyber bernama Breach Forums.
Di tempat itu juga, Bjorka sang hacker memperjualbelikan data yang sudah berhasil diretasnya dari perusahaan maupun pemerintah Indonesia.
Salah satu yang dijualnya adalah dokumen pribadi Presiden Jokowi.
Dokumen tersebut memiliki rentang waktu antara tahun 2019 hingga 2021.
Salah satu dokumen yang diunggah diduga berasal dari Badan Intelijen Negara (BIN).
Menanggapi unggahan tersebut, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengatakan jika tidak ada surat apapun yang terkena peretasan.
Baca Juga: Akun Twitter dan Telegram Bjorka Menghilang, Ini Pesan Yang Sempat Di Tulis Bjorka
Bjorka juga mengaku ia memiliki seorang teman laki-laki yang berasal dari Indonesia yang merupakan korban eksil politik peristiwa 1965.
"i have a good indonesian friend in warsaw, and he told me a lot about how messed up indonesia is. i did this for him," tulis Bjorka dalam akun Twitternya.
Saya memiliki teman baik orang Indonesia di Warsawa, dan dia menceritakan padaku betapa kacaunya Indonesia saat ini.
Baca Juga: Bjorka Tebar Ancaman, Malah Kena Suspend, Netizen: Hack hp Ferdy Sambo dan FC Untuk Kasus Brigadir J
"i just wanted to point out how easy it is for me to get into various doors due to a terrible data protection policy. primarily if it is managed by the government," tambahnya.
Di lihat dari cuitannya tersebut Bjorka memiliki misi untuk menunjukkan dan menekankan betapa kacaunya sistem Indonesia. Di situ ia mengungkapkan bahwa misi ini ia dedikasikan untuk temannya tersebut.***