GORAJUARA – Nama Pak Lurah sempat menjadi trending topik di media sosial Twitter, belum ada arahan dari Pak Lurah setiap ditanya Capres - Cawapres-nya.
Hal tersebut merupakan pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) seperti Gorajuara kutip dari akun Twitter @KemenkeuRI.
Pidato Presiden Republik Indonesia dilaksanakan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka HUT ke 78, Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kini telah memasuki tahun politik dan sedang hangat-hangat kuku, bahkan tren dikalangan politisi dan parpol, tentang Capres dan Cawapresnya.
“Kita saat ini sudah memasuki tahun politik. Suasana sudah hangat-hangat kuku & sedang trend di kalangan politisi & parpol, setiap ditanya Capres - Cawapres-nya, jawabannya “Belum ada arahan Pak Lurah"
“Saya sempat mikir, siapa ini “Pak Lurah”. Sedikit-sedikit kok Pak Lurah. Belakangan saya tahu, yang dimaksud Pak Lurah itu, ternyata saya,”
“Ya saya jawab saja, saya bukan lurah. Saya Presiden Republik Indonesia. Ternyata Pak Lurah itu kode,”
“Tapi, perlu sy tegaskan, sy ini bkn Ketua umum parpol. Bkn jg Ketua koalisi partai & sesuai ketentuan UU, yg menentukan Capres & Cawapres itu parpol & koalisi parpol. Jd ktakan, itu bkn wewenang saya, bkn wewenang Pak Lurah,”
“Walaupun saya paham, sudah nasib seorang Presiden untuk dijadikan “paten-patenan”, dijadikan alibi, dijadikan tameng,”
“Bahkan, walau kampanye belum mulai, foto saya banyak dipasang dimana-mana. Saya ke Provinsi A, eh ada, ke Kota B, eh ada, ke Kabupaten C, ada. Sampai ke tikungan – tikungan di desa, ada juga,”
“Tapi, bukan foto saya sendirian, ada yang di sebelahnya bareng capres. Ya menurut saya, boleh-boleh saja,”
“Posisi Presiden itu tidak senyaman yang dipersepsikan. Ada tanggung jawab besar yang harus diemban. Banyak permasalahan rakyat yang harus diselesaikan,”