GORAJUARA - Sebuah tonggak bersejarah dalam ketahanan pangan nasional berhasil dicapai saat Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis, 5 Juni 2025.
Dalam acara tersebut, Indonesia mencatatkan ekspor perdana jagung ke pasar mancanegara.
Menyikapi hal tersebut, Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi utama kemerdekaan suatu bangsa.
"Tidak ada bangsa yang merdeka jika tidak bisa memproduksi pangannya sendiri," ujar Prabowo.
Prabowo menambahkan bahwa keberhasilan ekspor jagung ini merupakan hasil sinergi seluruh elemen bangsa, dari TNI, Polri, kementerian, hingga masyarakat petani yang bekerja tanpa henti demi mencapai swasembada dan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Keberhasilan panen raya ini tidak ditandai dengan capaian produksi jagung nasional sebesar 9,03 juta ton pada kuartal pertama 2025, tetapi juga meningkatnya kesejahteraan petani.
Di Kabupaten Bengkayang, produktivitas lahan melonjak dari 2 ton menjadi 9,3 ton per hektare.
Sementara pendapatan petani naik drastis dari Rp500 ribu menjadi Rp4 juta per bulan.
Peningkatan ini dimungkinkan tercapai lewat pemanfaatan benih unggul Hibrida P27 dan pupuk Migo Presisi Bayangkara hasil riset Polda Kalbar.
Prabowo menyebut, bila tren positif tersebut terus terjaga, Indonesia tidak hanya akan berhenti mengimpor jagung di tahun 2026, tetapi juga mulai menjadi negara pengekspor.
Momentum ekspor perdana pada hari Kamis lalu menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap berdiri di atas kaki sendiri dan memberi solusi bagi negara-negara yang mengalami krisis pangan.
"Saya sangat berterima kasih. Saya berkeyakinan, dan hari ini saudara-saudara memperkuat saya.