"Total sample tersebut memiliki toleransi kesalahan (margin of error) ±2.5% pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi stratified random sampling," kata Djayadi.
Kemudian Djayadi menyebut bahwa sampel berasal dari seluruh kabupaten atau kota di setiap Dapil Sumbar yang terdistribusi secara proporsional.
Dalam analisis gabungan, diterapkan pembobotan sehingga sampel dari seluruh kabupaten atau kota juga terdistribusi secara proporsional di tingkat provinsi.
“Wawancara tatap muka dilakukan oleh pewawancara yang telah dilatih terhadap responden terpilih.
"Kendali mutu hasil wawancara dilakukan secara random pada 20% dari total sampel oleh supervisor lapangan dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check).
"Dalam kendali mutu ini tidak ditemukan kesalahan berarti," katanya.
Djayadi mengatakan survei dilakukan dengan simulasi tiga nama tertutup dan surat suara pasangan capres dan cawapres.
Pada simulasi tertutup tiga nama, Prabowo Subianto mendapatkan 49,7 persen, Anies Baswedan 41,8 persen serta Ganjar Pranowo 4,3 persen dan TT/TJ 4,1 persen.
“Menariknya saat simulasi surat suara dilakukan, ternyat tidak berubah banyak saat dimasukkan nomor urut 1 Anies-Imin, nomor urut 2 Prabowo-Gibran dan nomor 3 Ganjar-Mahfud.
"Dari situlah kita mendapatkan Prabowo-Gibran unggul atas Anies-Imin sekitar 7,7 persen.
Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Nasi Goreng Seafood Simple, Mirip Sola**a Mudah Ditiru di Rumah
"Prabowo-Gibran 49,8 persen, Anies-Imin 42,1 persen.