GORAJUARA - Unjuk rasa pecah di London, Inggris, usai konflik Israel dan Palestina kembali pecah pada Sabtu, 7 Oktober 2023.
Dalam unjuk rasa tersebut, para pengunjuk rasa pro Palestina meneriakkan “Israel adalah negara teroris” sambil mengacungkan suar di dekat Kedutaan Besar Israel di London pada 9 Oktober 2023.
Kerumunan besar pengunjuk rasa pro Palestina memenuhi jalan-jalan di luar Kedutaan Besar Israel di London.
Dilansir dari Mirror oleh GORAJUARA, kembang api dan flare dilaporkan menyala di Kensington, sementara para demonstran meneriakkan "bebaskan Palestina" dan "Israel adalah negara teroris" sambil menyalakan suar.
Atas kejadian tersebut, beberapa bagian kedutaan ditutup dengan gerbang dan kayu dan barang dagangan pro Palestina juga dijual di jalan raya.
“Serangan yang dilancarkan dari Gaza hanya dapat dipahami dalam konteks pendudukan militer dan kolonisasi Israel atas tanah Palestina yang sedang berlangsung selama beberapa dekade dan penerapan sistem kekerasan. penindasan yang memenuhi definisi hukum apartheid,” ungkap kelompok Kampanye Solidaritas Palestina.
“Ini adalah konteks di mana kita perlu memahami siklus kekerasan. Jika kekerasan ingin diakhiri, baik yang dilakukan oleh penindas maupun yang tertindas, maka kita semua harus mengambil tindakan untuk mengakhiri akar permasalahan apartheid Israel dan penindasan terhadap warga Palestina."
Baca Juga: Buntut Konflik Israel dan Palestina, UEFA Lakukan Penundaan Laga Kualifikasi EURO 2024 Berikut Ini
Sebelumnya, sekitar 2.000 warga Israel berkumpul di luar Downing Street untuk mengenang para korban dan sandera dari kelompok Hamas.
Sejumlah polisi dikerahkan untuk memisahkan kedua kelompok tersebut agar tidak terjadi bentrokan.
Namun, bentrokan tetap tidak dihindarkan, di mana dilaporkan ada satu penangkapan yang dilakukan.