Gempa 6.3 SR Diikuti 8 kali Guncangan Susulan Tewaskan 2000 Orang di Afghanistan

photo author
Ilham Rustian, Gora Juara
- Minggu, 8 Oktober 2023 | 18:55 WIB
Gempa Afghanistan. (Gorajuara/ Twitter/ @rashidkhan_19)
Gempa Afghanistan. (Gorajuara/ Twitter/ @rashidkhan_19)

GORAJUARA - Gempa besar di Afghanistan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan melukai lebih dari 9.000 orang, kata pemerintahan Taliban pada hari Minggu (10/8/23), dalam gempa paling mematikan selama bertahun-tahun di negara rawan gempa tersebut.

Afghanistan, yang dikelilingi oleh pegunungan, memiliki sejarah panjang gempa bumi yang kuat, sebagian besar terjadi di wilayah terjal Hindu Kush yang berbatasan dengan Pakistan.

Jumlah korban tewas seringkali meningkat ketika terjadi bencana di lokasi-lokasi terpencil, dan perang selama beberapa dekade telah menyebabkan infrastruktur berantakan, sehingga menyulitkan operasi bantuan dan penyelamatan.

Baca Juga: Chef Arnold Log In, Begini Posisi hingga Peran Chef Arnold dalam Kemenparekraf

Dilansir dari The Guardian korban tewas akibat serangkaian gempa bumi di Afghanistan barat telah meningkat tajam menjadi lebih dari 2.000 orang, menurut juru bicara Taliban, ketika tim penyelamat berusaha mencari korban yang selamat di antara reruntuhan desa yang rata dengan tanah.

Lebih dari 2.060 orang tewas dan lebih dari 10.000 orang terluka,” katanya kepada Guardian. “Masih banyak lagi orang yang masih tertimbun reruntuhan,

Gempa berkekuatan 6,3 skala Richter yang terjadi pada hari Sabtu diikuti oleh delapan gempa susulan yang kuat  mengguncang daerah yang sulit dijangkau 19 mil (30 km) dari ibu kota provinsi Herat, merobohkan rumah-rumah pedesaan dan membuat penduduk kota panik turun ke jalan.

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Siap Kolaborasi dengan BP Cekungan Atasi Masalah di Bandung Raya

Dua belas desa di Zindeh Jan dan enam desa di distrik Ghoryan hancur total. Kami memperkirakan jumlah korban tewas akan meningkat dan upaya sedang dilakukan untuk mengevakuasi orang-orang,” tambah pejabat tersebut. Tim penyelamat dari Helmand dan Kandahar telah tiba di Herat.

Para penyintas tidak mempunyai apa-apa di daerah tersebut. Mereka membutuhkan makanan, pakaian, tenda dan obat-obatan.

Gempa bumi melanda daerah yang sangat terpencil dan miskin. Banyak dari mereka adalah pengungsi yang baru saja kembali dari Iran dan Pakistan.

Baca Juga: Jokowi Menerima Surat Pengunduran Diri Menteri Pertanian, Ini Nama Pengganti hingga Alasan Pemilihannya

Kami menyerukan semua kelompok bantuan internasional untuk membantu kami saat ini untuk menyelamatkan nyawa warga negara dan perempuan kami,” kata pejabat Taliban lainnya. “Bantu kami dengan cara apa pun yang kamu bisa,

Warga membersihkan puing-puing dari rumah yang rusak pasca gempa di provinsi Herat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wulan Dini

Sumber: theguardian.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini