GORAJUARA,- Program Menkeu Mengajar 7 di SMAN 2 Kuta Selatan, Bali berlangsung pada Senin, 28 November 2022 dengan narasumber utama Direktur Jenderal Anggaran, Isa Rachmatarwata. Kehadiran Dirjen Anggaran Kemenkeu mengedukasi para siswa direspon positip karena informasi tentang APBN yang dibawakan dengan menarik dan memancing banyak siswa bertanya.
Pertanyaan pemantik yang disampaikan Dirjen Anggaran langsung direspon para siswa berdasarkan kenyataan yang dilihat sehari-hari di sekitarnya. Contoh pertanyaan pemantik itu, “Apa yang terjadi jika wajib pajak mogok bayar pajak ?”
Respon siswa terhadap pertanyaan itu beragama dan sesuai dengan semangat belajar berdiferensiasi yang kini sedang dikembangkan berdasarkan Kurikulum Merdeka. Beragamnya respon siswa itu menandakan kecerdasan jamak yang sesuai dengan visi SMAN 2 Kuta Selatan : Cerdas, Berbudaya, dan Berdaya saing.
Baca Juga: Jadwal Tayang Malam Result Top 3 Dangdut Academy (DA 5), Siapakah yang Akan Tersingkir?
Kecerdasan yang dikembangkan di sekolah ini adalah kecerdasan berdimensi jamak. Artinya dalam mewujudkan visi sekolah perlu berkolaborasi dengan para pihak. Itu pula sebabnya, Kepala SMAN 2 Kuta Selatan, Dr. Drs. I Nyoman Tingkat, M.Hum. menyambut baik program Menkeu Mengajar 7.
Program ini rutin dilaksanakan Kemenkeu setiap tahun, dan sejak 2 tahun lalu SMAN 2 Kuta Selatan aktif berpartisipasi secara daring. “Ini kegiatan Kemenkeu Mengajar pertama secara luring di SMAN 2 Kuta Selatan. Pembicaranya pun keren dan berterima di hati siswa”, kata I Nyoman Tingkat saat mendampingi Dirjen Kemenkeu..
Menariknya Dirjen Anggaran Kemenkeu memuji slogan yang dipajang di SMA, “Tong ngelah karang sawah, karang awake tandurin” (Jika tidak memiliki tanah sawah, bercocok tanamlah ke dalam diri”. Itulah petikan geguritan Selampah Laku karya Ida Pedanda Made Sidemen, pengarang besar Bali Abad ke-20.
Baca Juga: Waspada! Inilah 5 Bahaya dan Efek Samping Minum Air Hangat Berlebihan, Kenali Sebelum Terlambat
“Ungkapan yang bertuah dan dalam penuh makna. Cocok untuk menyadarkan siswa kasmaran belajar. Belajar sepanjang hanyat”, kata Dirjen Kemenkeu sambil berkeliling melihat lingkungan SMAN 2 Kuta Selatan, seraya memuji kearifan lokal Bali yang tercermin dari bangunan fisiknya yang sarat ornamen khas Bali.
Acara Menkeu Mengajar 7 di SMAN 2 Kuta Selatan berlangsung dari pk. 08.00 hingga pk. 12.30 diikuti penuh antusias oleh para siswa didampingi para relawan muda dari kemenkeu yang berjumlah 9 orang. Seluruh pembelajaran berlangsung menyenangkan inspiratif.
Baca Juga: Waduh! Firasat Cut Syifa ke Harris Vriza di Tajwid Cinta kok Kenceng Banget, Jangan-jangan....
“Tumben kami mengajar di SMA, biasanya di SD. Siswa SMA keren dan menantang membuat saya penuh semangat. Semoga nanti ada yang bisa bergabung di Kemenkeu”, kata Ari dalam sesi refleksi kegiatan setelah mengajar di kelas. Selanjutnya para relawan berkeliling menikmati suasana lingkungan SMAN 2 Kuta Selatan yang bersih dan asri.
Sesi Menkeu Mengajar 7 tidak saja membuat relawan muda tersanjung, tetapi juga membuat siswa peserta sosialisasi tersanjung. “Saya beruntung dapat ilmu baru yang belum pernah saya dapatkan di kelas dari guru. Terutama terkait dengan politik anggaran untuk menggerakan pembangunan bangsa”, ujar Tio siswa kelas XI IPS usai sesi foto bersama..