GORAJUARA - Kata pepatah bahasa Arab, kalau mau terkenal, (maaf) kencingi Ka'bah.
Kalau istilah anak zaman now, kalau mau viral, kencingi Ka'bah.
Pepatah bahasa Arab di atas masih relevan hingga saat ini. Banyak cara yang dilakukan orang, agar menjadi viral.
Baca Juga: Dikhawatirkan Warganet Rumahnya Ambruk, Lesti Kejora Akhirnya Muncul Sambil Menangis
Ada yang viral secara wajar, alami, ada juga yang viral karena rekayasa.
Prilly Latuconsina menanggapi fenomena viral ini. “Di masa kemajuan tekhnologi ini banyak orang berlomba untuk menjadi viral,” ujar Prilly.
Akan tetapi amat disayangkan menurut Prilly, demi mencapai ketenaran, banyak orang yang menempuh jalan kepalsuan dan kebohongan.
Baca Juga: Alyssa Soebandono Kena Body Shaming Gegara Terlihat Lebih Kurus, Ini Jawaban Dude Herlino
Hal ini terjadi, karena banyak orang ingin mencapai ketenaran dengan cara instan dan cepat.
“Sehingga tidak heran, cara apa pun akan ditempuh demi memperoleh ketenaran, viral,” jelas Prilly.
Akan tetapi, Prilly menambahkan bahwa ketenaran yang diperoleh secara instan itu tidak akan bertahan lama. Karena telah meninggalkan jati diri mereka sendiri.
Baca Juga: Rating TV Hari Ini, 23 November 2022: Bersaing dengan Piala Dunia, Ikatan Cinta Masih Masuk 5 Besar
Oleh karenanya Prilly mengatakan, “Lakukanlah hal-hal yang bermanfaat untuk mencapai ketenaran yang diinginkan,”***
Anda ingin mendapatkan berita update setiap hari dari Gorajuara.com. Ayo gabung di Grup Telegram “Gorajuara.com News”, caranya klik link https://t.me/gorajuaranews, Kemudian join. Langkah pertama install aplikasi Telegram di ponsel.