Waspadai Gejala Dan Tanda Kanker Payudara Agar Terdeteksi Sejak Dini

- Kamis, 3 November 2022 | 06:45 WIB
Kenali Faktor Resiko Penyebab Penyakit Kanker Payudara. (Gorajuara.com/ Foto: Twitter @kemenkes_ri)
Kenali Faktor Resiko Penyebab Penyakit Kanker Payudara. (Gorajuara.com/ Foto: Twitter @kemenkes_ri)

GORAJUARA - Fakta yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat adalah, 1 dari 8 wanita akan terdiagnosa Kanker Payudara semasa hidupnya.

Di Indonesia  Kanker Payudara  merupakan kanker dengan jumlah kasus tertinggi dan menjadi salah satu penyumbang kematian terbanyak kedua akibat kanker.

Kanker Payudara terbentuk dari sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang tidak terkendali, sehingga dapat menyebar diantara jaringan atau organ lain didekat payudara atau kebagian tubuh lainnya.

Sebanyak 68.858 wanita Indonesia terdiagnosis Kanker Payudara pada tahun 2020 dengan jumlah kematian sebanyak 22.430 orang.

Baca Juga: Najwa Shihab Berharap Kompetisi SUCI Terus Digelar Buat Nyalurin Komika yang Tersembunyi

Berikut beberapa gejala dan tanda Kanker Payudara yang harus diwaspadai :

  1. Benjolan atau penebalan payudara
  2. Perubahan bentuk, ukuran atau penampilan payudara
  3. Lesung pipit, kemerahan, pitting atau perubahan lain pada kulit
  4. Perubahan penampilan puting atau perubahan pada kulit seputar puting
  5. Keluarnya cairan pada puting yang tidak normal

Kanker Payudara biasanya hadir sebagai benjolan yang perlahan-lahan tumbuh menjadi besar.

Jenis kanker lainnya dapat menyebabkan rasa sakit, tapi Kanker Payudara biasanya muncul tanpa gejala apapun kecuali benjolan.

Baca Juga: Komika Perempuan Saat Ini Jarang Ditemukan, Najwa Shihab dan Sakdiyah Ma'ruf Diskusi Tentang Ini

Kebanyakan benjolan payudara tidak berpotensi kanker,  tapi semua benjolan payudara harus diperiksa oleh dokter untuk menghindari kemungkinan kanker.

Kanker Payudara merupakan salah satu kanker yang bisa dideteksi sejak dini, dan bisa sembuh jika terdeteksi sejak dini.

Salah satu usaha yang harus dilakukan untuk mencegah Kanker Payudara adalah dengan deteksi dini secara rutin, yaitu SADARI ( periksa payudara sendiri) dan SADANIS ( pemeriksaan payudara klinis).

Tujuan pemeriksaan SADARI dan SADANIS secara rutin adalah untuk mengetahui banjolan atau tanda-tanda lain pada payudara sejak awal, sehingga bisa meminimalisir risiko Kanker Payudara.

Baca Juga: Berawal dari Gagal Nikah, Kiky Saputri Sekarang Jadi Komika Tersukses

Halaman:

Editor: Wulan Dini

Sumber: Twitter @KemenkesRI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Memperingati Hari Teh Internasional

Senin, 22 Mei 2023 | 10:17 WIB