GORAJUARA - Badan Meteorologi Kilmatologi dan Geofisika atau BMKG mengingatkan Indonesia kini memasuki periode musim hujan.
Pada musim hujan, hendaknya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), khususnya pada anak-anak sebagai kelompok yang rentan.
DBD merupakan penyakit yang cenderung meningkat pada musim hujan.
Baca Juga: Nagita Slavina Sibuk Pilih MPASI Buat Rayyanza, Simak 5 Mitos Pemberian Makanan untuk Si Kecil
Karena, pada musim hujan ada banyak bermunculan genangan air tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti pembawa virus Dengue.
Selain itu, nyamuk Aedes aegypti yang suka hidup ditempat-tempat gelap, di tempat banyak baju kotor (sehabis pakai) digantung, serta di genangan-genangan air bersih.
Bila terinfeksi virus Dengue, baik anak maupun dewasa akan mengalami demam selama dua sampai tujuh hari, cenderung tinggi (suhunya mencapai kisaran 39-40 derajat).
Dikutip dari buku dokter spesialis anak, Arifianto dengan judul "Berteman dengan Demam", berikut Gorajuara jelaskan gejala jika anak terinfeksi virus Dengue atau DBD.
Tiga Gejala Terinfeksi Virus Dengue atau DBD
- Demam yang berlangsung sekurangnya 72 jam (tiga hari), tanpa disertai batuk-pilek.
- anak terlihat sakit, lemas, tidak mau makan dan minum sehingga berisiko mengalami dehidrasi.
- Kadang disertai mual, muntah, diare, nyeri perut, dan muncul bintik-bintik kemerahan kecil di beberapa bagian tubuh. Gejala-gejala ini tidak harus ada.
Batuk atau pilek bisa saja didapatkan pada penderita DBD, tetapi jarang, kecuali jika seseorang juga terinfeksi virus influenza.
Apakah semua orang DBD harus dirawat di RS?
Ketika seorang anak atau dewasa dengan kecurigaan sakit DBD masih dapat makan atau minum dan menghasilkan air seni (buang air kecil) minimal sekali tiap 6 jam, maka anak ini belum mengalami dehidrasi dan dapat dipantau di rumah.