• Senin, 26 September 2022

Timbis Paragliding Bali, Sorganya Penerbang

- Kamis, 16 Juni 2022 | 15:45 WIB
Paragliding sorganya para penerbang paralayang di Indonesia.  (gorajuara.com/Dok. I Nyoman Tingkat)
Paragliding sorganya para penerbang paralayang di Indonesia. (gorajuara.com/Dok. I Nyoman Tingkat)

 

GORAJUARA - Timbis Paragliding adalah sorganya para penerbang paralayang di Indonesia. Diperkenalkan oleh Bernard Fode (meninggal 2011), bule asal Prancis pada akhir dekade 1980-an. Atraksi wisata yang menantang ini mulai berkembang sejak awal 1990-an dengan kedatangan penerbang-penerbang mancanegara, terutama Prancis, Jerman, Brazil, Switzerland, Australia.

Sementara itu, para penduduk lokal hanya sebagai porter yang melipat payung parasut dan membawa payung dari Pantai ke atas tebing, bila penerbang harus landing di pasir pantai Timbis yang putih bersih dengan paduan batu karang.

Kini nama Pantai Timbis seakan tengelam, kalah tenar dengan Pantai Pandawa, padahal tempatnya bersebelahan. Pantai Pandawa mulai dibuka sebagai kawasan wisata oleh Desa Adat Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Bali sejak 2012.

Baca Juga: Eiichiro Oda Akhiri Sementara One Piece, Rencana Barunya Bikin Terkaget-kaget

Untuk menarik pengunjung, agenda rutin yang digelar setiap akhir tahun adalah Festival Pantai Pandawa, yang sudah memasuki Festival VII. Terhenti selama Pandemi Covid-19, 2020 -2022.

Namun demikian, sejak Pandemi Covid-19, Timbis Paragliding yang mempekerjakan tenaga lokal 20 orang tetap beroperasi dengan 50% tenaga kerja secara bergiliran. Tentu juga gaji mereka mengikuti irama perkembangan.

“Syukurnya, sejumlah wisatawan mancanegara yang menetap di Bali juga ada yang terbang., termasuk tamu domestik khususnya dari Jakarta dan Surabaya, saat pelonggaran PPKM diberlakukan sejak Oktober 2021," ujar I Ketut Manda manager Timbis Paragliding, yang sudah berkarier sejak 1993, di Paragliding.

Baca Juga: Usai Dilantik Jadi Menteri, Sosmed Zulkifli Hasan di Serbu Emak-emak : Kami Sedih Belanja Dipasar Pak

Atraksi paralayang ini mengandalkan restu Sang Bayu. Bulan baik untuk terbang umumnya musim kemarau (April – Oktober) setiap tahun. Tamu-tamu yang gemar terbang umumnya sudah tahu itu, sehingga mereka bisa mengatur waktu untuk terbang merasakan sensasi di atas tebing-tebing batu karang sepanjang kaki Pulau Bali, dari Nusa Dua sampai Uluwatu. Kesan mereka umumnya, “amazing” bagi bule.

Tamu Jakarta seperti Ardie Bakri, Nia Ramadhani, Pammy Bowie, Alamsyah berkomentar, “ Luar biasa. Keren. Mantap. Indah penuh inspirasi, bisa melihat sorganya Bali dari terbang layang”, seraya mengucapkan terima kasih kepada Pak Ketut Manda, penerbang senior yang selalu memberikan pelayanan prima saat menendem tamu-tamu domestik dan tamu-tamu mancanegara.

Halaman:

Editor: Buddy Wirawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pantai Pandawa, New Kuta Beach

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:05 WIB

Timbis Paragliding Bali, Sorganya Penerbang

Kamis, 16 Juni 2022 | 15:45 WIB

Asyiknya Wisata Edukasi di Museum Geologi Bandung

Rabu, 19 Januari 2022 | 23:57 WIB