Terkait Ancaman Gagal Panen dan Reaksi Petani, Dinas Pertanian Langsung Upayakan Ini

photo author
Sastra Firmansyah, Gora Juara
- Kamis, 7 Oktober 2021 | 08:35 WIB
sawah terancam gagal panen/Gorajuara.com/Sastra Firmansyah
sawah terancam gagal panen/Gorajuara.com/Sastra Firmansyah

SOREANG, GORAJUARA - Jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Bandung langsung melakukan pengecekan dan pendataan lahan pertanian padi di tiga desa di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung yang terdampak pengerjaan proyek tembok penahan tanah (TPT) Daerah Irigasi Ciherang di kawasan tersebut.

Proyek tersebut untuk optimalisasi sarana dan prasarana pertanian, khususnya dalam pengadaan air baku mencapai 3.000 liter per detik yang dilintasi saluran irigasi tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. H. A Tisna Umaran, M.P., melalui Kabid Sarana dan Prasana Ir. Yayan Agustian, M.Si., mengatakan, proyek TPT itu mulai dikerjakan pada 31 Agustus 2021 lalu dengan harapan pada Desember 2021 mendatang rampung pengerjaanya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Terus Beri Semangat Agar Jabar Juara di PON XX Papua

Yayan Agustian menjelaskan, proyek tersebut melintasi lima kecamatan di Kabupaten Bandung, yaitu mulai dari kawasan Kecamatan Cangkuang, Pameungpeuk, Katapang, Baleendah dan daerah lainnya.

"Proyek itu dengan anggaran Rp 23 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) APBN, dan pelaksanannya pun ngeling ke Program Citarum Harum dan UPTD Wilayah Sungai Citarum," kata Yayan Agustian, M.Si., didampingi Kasi Perlindungan Tanaman Ir. Agus Lukman kepada wartawan di Soreang, Rabu 6 Oktober 2021.

Menurut Yayan Agustian, berdasarkan informasi dari petani, sekitar 100 hektare lahan pertanian padi yang terancam kekeringan dan gagal panen (puso) yang tersebar di Desa Malaka Sari, Bojongmalaka dan Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah.

Baca Juga: 450 Personel Gabungan Grebek Kampung Narkoba di Surabaya

Saat ini, sebagian dari luas lahan tanaman padi itu sedang proses 'ngabencingkeun' pada bulir padinya.

Terkait dengan persoalan lingkungan itu, imbuh Yayan Agustian, pihaknya langsung mengadakan pertemuan dengan jajaran Muspika Baleendah, aparatur desa dan perwakilan mitra petani maupun para petani setempat di Kecamatan Baleendah.

Perwakilan Anggota DPRD Kabupaten Bandung juga turut hadir dalam upaya menyerap informasi warga petani.

Baca Juga: Pemprov Jabar dan Organisasi Mahasiswa Kolaborasi Percepat Vaksinasi Covid-19

Yayan Agustian mengungkapkan, untuk optimalisasi penanggulangan ancaman kekeringan lahan pertanian itu, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) dan UPTD PSDA wilayah Sungai Citarum melakukan pendataan ke lapangan dengan menggunakan pesawat drone, untuk memastikan lahan tanaman pertanian tersebut terancam kekeringan.

"Salah satu solusi untuk menanggulangi ancaman kekeringan pada lahan pertanian itu, bisa diupayakan melalui pompanisasi atau menyalurkan air dari sumbernya ke lahan pertanian tersebut dengan menggunakan pipanisasi sepanjang 1000 meter," tandasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Buddy Wirawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini