news

Misteri CCTV Rusak di Rumah Kadiv Propam, Polisi Sita Dekoder CCTV Pasca Kejadian Ditembaknya Brigadir J?

Jumat, 15 Juli 2022 | 07:28 WIB
Misteri CCTV Rusak di Rumah Kadiv Propam Polri Saat Kejadian Baku Tembak Brigadir J dan Bharada E (Gorajuara.com/dok : Pixabay/ElasticComputeFarm)

GORAJUARA - Aksi polisi tembak polisi yang menyebabkan tewasnya Brigadir J ditembak Bharada E terjadi di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo pada Jumat, 8 Juli 2022 sekitar pukul 17.00 WIB.

Terdapat sejumlah kejanggalan dalam kasus baku tembak antara dua polisi yakni Brigadir J dan Bharada E, salah satunya CCTV rusak di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

CCTV akan menjadi salah satu bukti yang bisa mengungkap kejadian sebenarnya tentang kasus polisi tembak polisi antara Brigadir J dan Bharada E di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Baca Juga: Kronologi Kasus Polisi Tembak Polisi Berujung Maut, Brigadir J Todong dan Lecehkan Istri Irjen Ferdy Sambo 

Polisi memberikan klarifikasi terkait pernyataan Ketua RT 5/RW 1 Komplek Perumahan Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Seno Sukarto selaku RT komplek, mengungkapkan polisi ganti CCTV pos satpam seusai kejadian penembakan di rumah Kadiv Propam Polri.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan pergantian itu ditujukan untuk kepentingan penyidikan.

Namun, dia menyebut yang diganti adalah decoder, bukan kamera CCTV.

 Baca Juga: Profil Putri Candrawati, Istri Kadiv Propam Irjen Polri Ferdy Sambo yang Dilecehkan Brigadir J

"Mungkin yang dimaksud adalah dekoder CCTV lingkungan yang ada di pos, karena yang lama disita (penyidik)," ujar Budhi Herdi.

Budhi Herdi menjelaskan CCTV di pos satpam disita penyidik, maka pihaknya kemudian mengganti dengan yang baru.

Hal ini dimaksudkan agar pengawasan tetap berjalan.

Baca Juga: Siapakah Brigadir J? Berikut Profil Lengkap Brigadir J yang Tewas Usai Baku Tembak dengan Bharada E 

"Dan agar CCTV di lingkungan Kompleks Aspol Duren Tiga tersebut tetap beroperasi, maka diganti yang baru," ucapnya.

Dilaporkan sebelumnya, Polri telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini. Tim itu dikomandoi Wakapolri serta dibantu Irwasum, Kabareskrim, Kabaintelkam, AS SDM Polri. Dari pihak eksternal, Kompolnas dan Komnas HAM juga dilibatkan.

"Kita mengharapkan bahwa kasus ini bisa dilaksanakan secara transparan, objektif dan tentunya karena khusus menyangkut masalah anggota, kami juga ingin peristiwa yang ada ini betul-betul bisa menjadi terang," jelas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Halaman:

Tags

Terkini