“Mempunyai keinginan kemauan yang sangat besar untuk menjadi Presiden Republik Indonesia dan asli berdarah Jawa,” menambahkan.
“yang terakhir, laki-laki masih, ya, bertubuh besar, tegap, gempal, berkulit kuning langsat, yang berasal dari backgroundnya, bahkan militer,” menjelaskan.
“Di antara lima ini yang akan maju 2, terakhir dari dua sosok tersebut, ya, mereka mempunyai fisik tubuh yang sama tingginya,” ucapnya dengan kembali memejamkan mata.
“yang satu berkulit putih, ya, bertubuh gempal, yang satu berkulit kuning langsat bertubuh gempal, dua terakhir yang akan maju ke pemilihan presiden Republik Indonesia dengan suara terbanyak,” sambungnya.
“dua kandidat tersebut di sebelah kiri, saya lihat menggunakan pakaian, jauh nanti di saat dua besar menggunakan kemeja putih,” terangnya.
“di sebelah kanan, saya melihat sosok yang satu ini menggunakan kemeja berwarna krem, putih dan krem,” melanjutkan.
“yang satu asli berdarah Jawa, yang satunya pun sama berdarah Jawa, namun campuran. Jadi sosok yang kedua berdarah-campuran, dan sosok yang pertama asli 100% berdarah Jawa,” ungkapnya.
“dua sosok ini yang akan menjadi presiden, yang akan maju ke babak terakhir sebagai Presiden Republik Indonesia dan tinggal menunggu hasil,” menerangkan.
‘yang akan terjadi di antara dua kandidat tersebut, nanti di pemilihan Presiden berikutnya, mereka hanya beda tipis suaranya,” mengungkapkan.
saya melihat ada satu sosok yang akhirnya terpilih dengan suara terbanyak sosok yang satu ini, di sini sudah menggunakan pakaian yang identik, nantinya yang akan digunakan Presiden Republik,” jelasnya.
“Kalian bisa melihat, ya, dari pakaian yang saya gunakan, inilah yang saya berikan tanda yang akan digunakan Presiden Republik Indonesia di periode berikutnya,” terang Gumay.
Hard Gumay pun mengakhiri terawangannya dengan menjelaskan, jika terawangannya memiliki dua kemungkinan, bisa benar dan juga salah.
“Ramalan penerawangan dari saya bisa salah, bisa benar, dia bisa akurat, bisa juga meleset, karena segala sesuatunya kita serahkan hanya kepada Allah subhanahuwata'ala,” mengakhiri.***