Lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; "siapakah ini?" Jibril menjawab; "Jibril," ditanyakan lagi; "siapa orang yang bersamamu?" Jibril menjawab; "Muhammad," ditanyakan lagi; "Apakah dia telah diutus?" Jibril menjawab; "Ya …." Maka dikatakan; "Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang." Maka pintu dibuka dan setelah melewatinya aku berjumpa Adam As. Jibril AS berkata: "Ini adalah bapakmu, Adam, berilah salam kepadanya." Maka aku memberi salam kepadanya dan Adam As membalas salamku lalu dia berkata: "Selamat datang anak yang shalih dan nabi yang shalih."
Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua, lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; "Siapakah ini?" Jibril menjawab; "Jibril," ditanyakan lagi; "Siapa orang yang bersamamu?" Jibril menjawab; "Muhammad," ditanyakan lagi; "Apakah dia telah diutus?" Jibril menjawab; "Ya …." Maka dikatakan; "Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang." Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku berjumpa dengan Yahya dan Isa As, keduanya adalah anak dari satu bibi.
Jibril berkata; "Ini adalah Yahya dan Isa, berilah salam kepada keduanya." Maka aku memberi salam kepada keduanya dan keduanya membalas salamku lalu keduanya berkata; "Selamat datang saudara yang shalih dan nabi yang shalih." Kemudian aku dibawa naik ke langit ketiga lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; "Siapakah ini?" Jibril menjawab; "Jibril," ditanyakan lagi; "Siapa orang yang bersamamu?" Jibril menjawab; "Muhammad," ditanyakan lagi; "Apakah dia telah diutus?" Jibril menjawab; "Ya …." Maka dikatakan; "Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang." Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku berjumpa dengan Yusuf As.
Baca Juga: Hebat! Jakmania Kawal Bus Persikabo Balik ke Bogor Usai Ditaklukan Persija Jakarta
Jibril berkata; "Ini adalah Yusuf, berilah salam kepadanya." Maka aku memberi salam kepadanya dan Yusuf membalas salamku lalu berkata; "Selamat datang saudara yang shalih dan nabi yang shalih." Kemudian aku dibawa naik ke langit keempat lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; "Siapakah ini?" Jibril menjawab; "Jibril, " ditanyakan lagi; "Siapa orang yang bersamamu?"
Jibril menjawab; "Muhammad," ditanyakan lagi; "Apakah dia telah diutus?" Jibril menjawab; "Ya …." Maka dikatakan; "Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang." Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku berjumpa dengan Idris As. Jibril berkata; "Ini adalah Idris, berilah salam kepadanya." Maka aku memberi salam kepadanya dan Idris membalas salamku lalu berkata; "Selamat datang saudara yang shalih dan nabi yang shalih."
Kemudian aku dibawa naik ke langit kelima lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; "Siapakah ini?" Jibril menjawab; "Jibril," ditanyakan lagi; "Siapa orang yang bersamamu?" Jibril menjawab; "Muhammad," ditanyakan lagi; "Apakah dia telah diutus?" Jibril menjawab; "Ya …." Maka dikatakan; "Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang." Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku bertemu dengan Harun As. Jibril berkata; "Ini adalah Harun, berilah salam kepadanya." Maka aku memberi salam kepadanya dan Harun membalas salamku lalu berkata; "Selamat datang saudara yang shalih dan nabi yang shalih." Kemudian aku dibawa naik ke langit keenam lalu
Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; "Siapakah ini?" Jibril menjawab; "Jibril," ditanyakan lagi; "Siapa orang yang bersamamu?" Jibril menjawab; "Muhammad," ditanyakan lagi; "Apakah dia telah diutus?" Jibril menjawab; "Ya …." Maka dikatakan; "Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang." Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku mendapatkan Musa As. Jibril berkata; "Ini adalah Musa, berilah salam kepadanya". Maka aku memberi salam kepadanya dan Musa membalas salamku lalu berkata; "Selamat datang saudara yang shalih dan nabi yang shalih." Ketika aku sudah selesai, tiba-tiba dia menangis. Lalu ditanyakan; "Mengapa kamu menangis?" Musa menjawab;
"Aku menangis karena anak ini diutus setelah aku namun orang yang masuk surga dari umatnya lebih banyak dari orang yang masuk surga dari umatku." Kemudian aku dibawa naik ke langit ketujuh lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; "Siapakah ini?" Jibril menjawab; "Jibril," ditanyakan lagi; "Siapa orang yang bersamamu?" Jibril menjawab; "Muhammad," ditanyakan lagi; "Apakah dia telah diutus?" Jibril menjawab; "Ya …." Maka dikatakan; "Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang." Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku mendapatkan Ibrahim As. Jibril berkata; "Ini adalah bapakmu, berilah salam kepadanya." Maka aku memberi salam kepadanya dan Ibrahim membalas salamku lalu berkata; "Selamat datang anak yang shalih dan nabi yang shalih."
Kemudian Sidratul Muntaha diangkat/dinampakkan kepadaku yang ternyata buahnya seperti tempayan daerah Hajar dengan daunnya laksana telinga-telinga gajah. Jibril As berkata; "Ini adalah Sidratul Muntaha." Ternyata di dasarnya ada empat sungai, dua sungai Batin dan dua sungai Zhahir." Aku bertanya: "Apakah ini wahai Jibril?" Jibril menjawab; "adapun dua sungai Bathian adalah dua sungai yang berada di surga, sedangkan dua sungai Zhahir adalah Nil dan Efrat."
Kemudian aku diangkat ke Baitul Ma'mur, lalu aku diberi satu gelas berisi khamer, satu gelas berisi susu dan satu gelas lagi berisi madu. Aku mengambil gelas yang berisi susu. Maka Jibril berkata; "Ini merupakan fithrah yang kamu dan umatmu berada di atasnya." Kemudian diwajibkan bagiku sholat lima puluh kali dalam setiap hari. Aku pun kembali dan lewat di hadapan Musa As. Musa bertanya; "Apa yang telah diperintahkan kepadamu?" aku menjawab: "Aku diperintahkan sholat lima puluh kali setiap hari," Musa berkata; "Sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melaksanakan lima puluh kali sholat dalam sehari, dan aku, demi Allah, telah mencoba menerapkannya kepada manusia sebelum kamu, dan aku juga telah berusaha keras membenahi Bani Isra'il dengan sungguh-sungguh. Maka kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan untuk umatmu." Maka aku kembali dan Allah memberiku keringanan dengan mengurangi sepuluh sholat, lalu aku kembali menemui Musa.
Maka Musa berkata sebagaimana yang dikatakan sebelumnya, lalu aku kembali dan Allah memberiku keringanan dengan mengurangi sepuluh sholat, lalu aku kembali menemui Musa. Maka Musa berkata sebagaimana yang dikatakan sebelumnya, lalu aku kembali dan Allah memberiku keringanan dengan mengurangi sepuluh sholat, lalu aku kembali menemui Musa. Maka Musa berkata sebagaimana yang dikatakan sebelumnya. Aku pun kembali, dan aku di perintah dengan sepuluh kali sholat setiap hari. Lalu aku kembali dan Musa kembali berkata seperti sebelumnya.
Aku pun kembali, dan akhirnya aku diperintahkan dengan lima kali sholat dalam sehari. Aku kembali kepada Musa dan dia berkata; "Apa yang diperintahkan kepadamu?" Aku jawab: "Aku diperintahkan dengan lima kali sholat dalam sehari," Musa berkata; "Sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melaksanakan lima kali sholat dalam sehari, dan sesungguhnya aku, telah mencoba menerapkannya kepada manusia sebelum kamu, dan aku juga telah berusaha keras membenahi Bani Isra'il dengan sungguh-sungguh. Maka kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan untuk umatmu". Beliau berkata: "Aku telah banyak memohon (keringanan) kepada Rabbku hingga aku malu. Tetapi aku telah ridha dan menerimanya." Ketika aku telah selesai, terdengar suara orang yang berseru: "Sungguh Aku telah memberikan keputusan kewajiban-Ku dan Aku telah ringankan untuk hamba-hamba-Ku."
Dari Hadits tersebut Nabi Musa As membujuk Rasulullah Saw untuk memohon keringanan berulang kali atas kewajiban yang akan dijalankan umatnya. Hingga akhirnya ditetapkan kepada kita kewajiban beribadah lima waktu sehari. ***